Sabtu, 04 Juni 2011

Madah untuk Michie

         : Matahari

pada hangat secangkir teh, aku berorasi.
kuawali dengan decak ‘tuk sang primadona.
lengkungkan rumbai rambutnya dalam imaji.
-
sepasang bayang kuhadirkan; Kau dan Aku
tanpa peluk. hanya sekadar jamuan minum.
ingin kuduplikasi
untuk hari-hari sebelum binasa.
-
kumanjakan kau dalam setangkup layar kolosal.
jangan berpaling!
harapku, ikon-ikonmu kujelma jadi nyata.
kuisap, lalu ‘kan kubela dari kemungkaran sang fasad
agar kau tetap agung,
terjinjing rantai kepolosan sang adiluhung.
-
tapi, kau menjerit kala tunggal kurengkuh.
terbunuh.
capaianku hilang, sisakan kebohongan.
dan, aku terusik oleh sitir malam,
mengukir bulan dengan kecerdikan.
-
pada hangat secangkir teh, aku menangis untukmu.
-
Sleman, Mei 2011

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar