dimensi buram ini senantiasa kurawat.
dari atas singgasana, kurebakkan ramah sebagai media.
nyatanya
megah cinta hanyalah jarum, teramputasi oleh cuaca.
-
hati lapang kian punah.
terlilit rajam dan kungkung di liang limbah
tanpa jendela.
-
takdir pun siap menguburku.
denting pedang inapi dada, bertalu-talu.
berisik, bersahut.
melejit bersama kalap, kucerna
tanpa benah.
-
ingin kutancapkan sayang padamu dengan renyah
atau rembesi indahmu dengan kesatria.
agar cecapku ringan,
agar aku tak terperangkap oleh kotak pengap.
-
Sleman, Mei 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar