Selasa, 03 Agustus 2010

Pejamkan Matamu dan Rasakan Aku!

         : Matahari

         mungkin nahas (untuk orang lain)
         bila ku-dan-mu berintegrasi.
         stabilkan cinta dalam pusaran kelabilan ricuh penuh mata.

telah kukepulkan warna proporsional
sebagai iming-iming, stimulan, atau coreng kenestapaan.
akses terbentang:
         lejitkan pancar-pancar laksana kudapan
         atau maneken molek merambah alam.
         benih kegandrungan
         preseden sebuah sensasi, pun preferensi.
-
membesukmu, nyaris melinglungkan belaka.
menangkringkan siluet-imaji semampai.
sepertinya terkapar, menunggu pudarnya tenggat
pada abai pungkasan.
-
bernyali, meronce sejoli.
mengganjar mimpi dengan sajak kasual berdurasi.
padukan idiom-idiom merah muda lalu kucampak.
merantas batas, mendepak jarak.
-
- harap -
merelokasi binar-binar oposisi.
gunakan mandraguna ‘tuk bablaskan doa.
-
Yogyakarta, Juli 2010

*

Mengetuk Hati

         : Matahari

pada Subuh kuberambisi.
solidkan atensi untuk satu trofi megah.
tentu, prosedur mesti terfatwa dari kekisruhan jiwa.
-
pamrih, ya. culas, bukanlah cara.
bertumbal kantuk dengan represi rindu belantara.
takkan kupaling, demi menuai agunan muluk ke depan.
seorang figur kan selalu kusisipkan:
di kolong lelahmu, di pori nuranimu.
-
aku, hibahkan rayuan sebagai gejala.
mendesain kehendak: gulirkan sayang andal secara subtil.
juga, transformasikan cinta,
terlecut sejak kejelian jadi kelihaian.
-
tertambat, seutas kerumpilan kian memfosil.
menggeletar dan menggetas bersama pendar putus asa.
laksana sekumpulan rongsok bertopang dahaga.
-
langgeng dan fana bersinergi.
memboyong kenangan-rekaman kasih,
sterilkan benak dengan injeksi sajak-sajak.
ada residu merah muda.
rasuki hidup hingga liris angan menggugat kalap.
-
meracau,
“maklumilah kebebalanku
saat kemudikan animo krusial menujumu!”
-
Pasuruan, Juli 2010

*

Izinkan Aku Meminjam Jasadmu

         : Matahari

tiada gelengan. ruang cahaya tergilas kejengkelan.
-
yel-yel asing sebarkan epidemi.
mengungkung canda, menyumbar sebongkah derita.
wangi terdepak. menghiruk peredaran energi, drastis.
-
sekelumit kenyataan mengerat sepi.
bermanuver, membentuk perangai rindu beresensi.
prevalensi berubah.
ratapi cinta lalu menghimpun gontai langkah.
-
defensif (cari islah ‘tuk tegakkan gegap gempita).
-
ingin kupinjam. memampas dahaga rontok dan terbang.
sinting (hampir). terantuk pada vibrasi eksentrik nan hebring.
telanjur menyayang. fatal jiwa bila Kau tampilkan cemberut dan cerca.
-
Pasuruan, Juli 2010

*

Lelaki Terakhir

         : Matahari

         kusematkan selendang rindu penuh cahaya pada diri
         ‘tuk merilis sang lelaki terakhir


letupan-letupan merah muda kian agresif
singgahi angan-bayang.
munculkan iritasi, kitari mimpi-mimpi.
-
ialah keniscayaan.
binasakan warna, terjejali karma.
kelu, tercubit kecantikan saat merebah di sebidang cinta.
-
ronamu memperselir ruh.
mengais kewajaran timbunan kenangan.
gemulaimu jadi penggugah lelap.
tawarkan oportunitas kelabu di gumam igau tak tentu.
-
histeris;
         hayati gengsi.
         mengklaim helai demi helai penetrasi semu.
         untuk menggapai gemercik bianglala,
         rentan tercokok jantan.
-
momen, tiada. hanya
berupa insiden mini, terakumulasi oleh persuasif.
melembek di antara kenangan kursif.
-
licin, tergelincir. lugaskan dahaga, laikkan hampa.
coba merakit kiat, tampilkan tabiat
beserta puntung gereget melesat.
-
Pasuruan, Juli 2010

*

Minggu, 04 Juli 2010

Posesif

: Matahari

Aku
membius kantuk, mengoplos lema-lema bernurani
bermaksud memberi noktah pada mimpimu, wahai Michie

menggebuk letih, ejangkan sisa-sisa rindu
untuk bersimpuh dan sedia merembangkanMu

ternodai, terpatri oleh gemuruh indah
merangkai tangkai-bunga puisi
berharap kau tenggelamkan jasadku pada luas pipi

tersentak kala manjamu tak lagi tersuruk
remangkan berat, penat, dan lancip
namun sepenggal senyum sudah cukup menderuk ruh

terbuai, mengundi datangnya kecupan
pada silau dingin embun malam

menagih darah
lenggangkan dua mata berapi
menyortir asa-derita demi menggagas cinta

dan Kau
cuma mengubrak-abrik angan
ciptakan aral, menelurkan teluh
dan aku pun melepuh
-
Pasuruan, Juni 2010

*

Dendam Berahi

         : Matahari

(tiap akhir Sabtu)
rindu terbahak-bahak.
mengoyak mata, kedip pun tersambar.
-
bayangnya tergapai tetapi tak terkecap.
sirkulasi hela berubah asma.
kenangan berkamuflase.
mencacah spirit meski sekepal puisi kuharap bertuah.
-
(tiap awal Minggu)
bagai seorang kusir:
memimpin pawai di bawah terik cinta, di pusat frustasi membara.
seperti oasis pemulih tenaga.
mencoba membesut agar kambuh tak jadi pemangsa.
-
jelita mencecar, bagai rongrongan samurai.
mencuat, sesenggukan kala transfusi mengucurkan belati.
tidak,
kerut padaku bukanlah uzur, sayang!
-
kebeliaan kita ialah rumor.
serentak, melonggarkan janin saat benih berkecimpung
tanpa canggung.
-
Pasuruan, Juni 2010

*

Mengintip Matahari

         : Matahari

anyaman malam terhanyut bersama embun asri.
suram menyokong udara; tersayat sayu pada kreasi cahaya.
-
sejuk melongok. menjajakan bening kepada alam,
sempat murung dan mengernyit kelam.
bulan terkulai bergaun awan.
menyalang doa-doa berdenging pada sekelebat waktu mujarab.
-
biasnya merenggut bintang.
mengandaskan aroma tumbuh-tumbuhan hingga menyapa ventilasi.
hangat memagut, perangai pun tersulut.
merogoh jiwa lalu berseru agar gelak manis tertera.
-
ia memoles mata.
memungkiri kantuk, lekas.
ia tergiur.
membeku pada satu titik resah.
tak terperi, janggal.
angannya menyigi.
coba meraih ranum surya namun nihil sigap mendusta.
-
Surabaya, Juni 2010

*

Esa Hilang, Dua Terbilang

         : Matahari

(pada imaji)
dingin di atas nyenyakku kian terkuras.
pelupuknya melontarkan gatal pada angan merona.
keheningan jadi majal.
tiba-tiba, kecantikanmu melerai ceriaku dari hidup.
-
lenguh terasa pada gembur bibir lalu pinta tersembur
dari ujung raungan. sekat-sekat terkelupas,
julurkan cinta tiada tepermanai
berbaur dengan sedapnya aroma surga.
-
jiwaku terpilah.
mengangkut trenyuh di antara sajak-sajak pirang bergelombang.
ragaku berjingkrak
dan kantuk pun raib bersama gelontoran angan bangir
mengandung musabab.
-
(pada mimpi)
ada bercak putih, bersinar.
kilaunya merundung lekuk-lekuk pandang.
lamat-lamat, terdengar tawa di balik sangkar.
bayangku coba mengusik.
pingkalnya mereda namun mata itu telah menghujam pangkal darah.
-
ku & mu berkelindan.
merajut cerita kolosal untuk menebus rindu sahih tak terjamah.
-
--- terjaga; mencoba menanggul air mata. namun,
netra mulai melampiaskan dahaga ---
-
Pasuruan, Juni 2010

*

Senin, 07 Juni 2010

Bisikan Sanubari

         : Matahari

aku membuka senja renta.
berhasrat menjemputmu, memandangiku di atas pembaringan.
-
aku menumpahkan kedua tangan.
menghanyutkanmu dalam hangat, memeluk jasad berpeluh pucat.
-
daun-daun meranggas dan berguguran.
tertegun, terkesima menikmati dewi malam
ringkih terpangkas rayuan.
-
tiada pamor.
hanya sekerlip bintang sedang mengemban secabik kain perceraian.
aku pun terlelap.
menggerogoti kenangan manis bersamamu
sembari memeram rindu tak bertuan.
-
Pasuruan, Mei 2010

*