Minggu, 04 Juli 2010

Esa Hilang, Dua Terbilang

         : Matahari

(pada imaji)
dingin di atas nyenyakku kian terkuras.
pelupuknya melontarkan gatal pada angan merona.
keheningan jadi majal.
tiba-tiba, kecantikanmu melerai ceriaku dari hidup.
-
lenguh terasa pada gembur bibir lalu pinta tersembur
dari ujung raungan. sekat-sekat terkelupas,
julurkan cinta tiada tepermanai
berbaur dengan sedapnya aroma surga.
-
jiwaku terpilah.
mengangkut trenyuh di antara sajak-sajak pirang bergelombang.
ragaku berjingkrak
dan kantuk pun raib bersama gelontoran angan bangir
mengandung musabab.
-
(pada mimpi)
ada bercak putih, bersinar.
kilaunya merundung lekuk-lekuk pandang.
lamat-lamat, terdengar tawa di balik sangkar.
bayangku coba mengusik.
pingkalnya mereda namun mata itu telah menghujam pangkal darah.
-
ku & mu berkelindan.
merajut cerita kolosal untuk menebus rindu sahih tak terjamah.
-
--- terjaga; mencoba menanggul air mata. namun,
netra mulai melampiaskan dahaga ---
-
Pasuruan, Juni 2010

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar