Sabtu, 08 Agustus 2009

Air Hati yang Berbicara

         : Matahari

kuingin memeluk dan mencumbu
dalam lumuran cinta kasih hakiki.
pun berharap pada adinda
agar miliki hati dan tubuh ini sebelum yatim-piatu.
-
Pasuruan, Juli 2009

*

Madu Tubuh

: Matahari

ingin hidungku merasakan pedas aroma madu tubuh.
gatal jemari-jemari tak sanggup kubendung tuk menangkap jasad.
perasaan kacau menggelinding dalam kerinduan.
daging-daging tubuh hanya sanggup bertumpu pada sang cahaya.
kaukah pelita itu, dinda?
-
kemeriahan jalanan bukan menjadi sang penghibur.
keriuhan manusia hanyalah antrean pendek, kan menghibur sekejap.
gemerlap lampu-lampu kota menghilang dan paras anggun membayang.
kudekap rangkaian indah dan kurasakan manis madu pada ciuman maya.
hampir kalah, namun aku kan buktikan
bahwa matahari dapat menyembunyikan malam.
-
sayang, menarilah bersama kehidupan
agar hamba dapat merindu dengan senyuman.
-
Mojokerto, Juli 2009

*

Asmara

         : Matahari

kucuran puing-puing darah kembali terkesima.
butiran putih memancar, sebabkan tertutupnya mata
dalam linangan tirta.
nyanyian sore bergerak dengan tegap.
himpitan cinta mengurung napas dan dahaga di gurun nista.
bukan hanya kemerduan, tapi juga kejantanan pria
harus aku singgahi.
-
menarilah bersamaku di atas api kehidupan!
biarlah kelembutan menuntunmu
di antara wewangian bunga sedap malam.
bidikan telah lama mengepul dari harumnya persahabatan
: buatlah indah, jangan kau telantarkan paksa!
-
rindang teriakan semestinya menjadi cambuk cinta
melalui koneksi asmara.
hinggapi saja tubuhku sementara agar aroma karat keringatku
menjelma kemenangan bernada.
-
Pasuruan, Juli 2009

*

Demi Cinta

         : Matahari

panas membara hanguskan helai-helai bunga dalam hati.
tak tahu lagi rayuan apa dapat digunakan
untuk menundukkan angkuh cantikmu
di atas tanah merdeka.
melodi terangkai pada malam-malam keramat
: sekadar menunjukkan pada anggunmu bahwa aku mampu.
halus dan jernih bayangmu melukai indah mimpi-mimpi
hingga seruan putih menerus muncul.
memberi sayang memang bukan ahliku, tapi
belaianmu dapat menuntunku mengejawantahkan itu.
biarkan jiwaku menyelam tanpa arah
sembari menaburkan harum tanpa airmata.
-
katakanlah!
ucapkan pada dunia agar aku mengetahui sebuah keputusan
tanpa menunggu ketakpastian jemu!
-
aku manusia, bukan batu hitam tak berdaya.
-
Pasuruan, Juli 2009

*

Minggu, 05 Juli 2009

Hentakan Peluru

: Matahari

peluru di ujung mata setan siap bersua.
tidak ada lagi kisah-kisah manis kan terdengar.
belaian senyum jadi harapan terakhir saat era kewenangan kian punah.
peluru meluncur, menghentakkan denyut nadi pilu.
burung-burung lari menghindar seakan lupa pada doa.
peluru itu membelah dan jadi saksi bahwa aku mencinta.
darah mengalir, mengumandangkan angkuh dan gempita.
sorak-sorai ombak laut sekejap melupakan waktu.
rohku terbang bersama rembulan,
dirimu menangis dalam penyelasan.
-
Surabaya, Juni 2009

*

Raungan Kucing Jantan

: Matahari

raungan itu tetap terbuka dan menghembus bersama tangisan darah.
ia membiarkan pujaan dalam basah gemilang tawa
karena jantan juga menikmati canda senyum dari delima bibir betina.
dua mata mencengkeram tanpa acuh,
membawa lembaran lamaran tiap helai bulu terdiam.
cakar takkan dapat merebut hati, begitu juga taring runcing.
endusan di malam jelita hanya bisa terekam saat rintik air mulai lirih.
kibasan ekor berikan sebuah maksud tuk menaklukkan sambil menyayang.
getaran gelombang di tubuh betina tak lagi menghibur.
jantan mulai terkulai, lemah dengan ribuan jarum tertancap tepat di limpa.
arus terus berputar, namun tak jua terlihat berguna tuk sang jantan.
-
Pasuruan, Juni 2009

*

Kelana Tasbih

         : Matahari

bukan tajamnya pedang membuat padam.
bukan pula sengatan lidah jadikan terkulai lemah.
namun tusukan matamulah menyebabkan mati
dalam genangan kegilaan.
-
api menyembul dari hati
saat melihatmu bercengkerama di asmara seorang adam.
tak lagi ada sinyal-sinyal kehidupan
pantas untuk dikecup dengan cinta.
dirimu telah tebarkan kengerian penuh
; ketakutan pada kehilangan sebuah,
mutiara berlapis permata.
-
ingin membuang wajahmu ke tempat sampah
tapi tak sampai hati jika melakukan.
biarkan saja kumembuang indah dalam untaian aksara diari
dan keheningan pagi hati!
-
Surabaya, Juni 2009

*

Jumat, 05 Juni 2009

Malam Penampilan

         : Matahari

kenangan ria terbersit tatkala
penari-penari hip-hop mendedahkan acara.
gemerincik malam balikkan wajah-wajah jelita
dalam balutan mahkota dengan juntaian kelam.
dingin deru mesin bangkitkan kenangan sang jantan
bersama matahari di lubuk pedih.
kilauan surya panaskan konduktor ketika
mata-mata api bermandi senyum.
anak kecil pun melangkah: bersemadikan ilmu jalanan
dan keterampilan beku di tiap bulu.
-
adinda janganlah menyangka telah hampa!
bumi masih sahaja, pun wibawa.
pahatan-pahatan pada tirai menyebar tanpa bela sungkawa.
mereka mendukungku ‘tuk setia memburumu.
rasa kepahitan harus dinda benahi sebelum tiba masa alergi,
sebelum beralih air mata suci.
-
Surabaya, Mei 2009

*