: Matahari
kucuran puing-puing darah kembali terkesima.
butiran putih memancar, sebabkan tertutupnya mata
dalam linangan tirta.
nyanyian sore bergerak dengan tegap.
himpitan cinta mengurung napas dan dahaga di gurun nista.
bukan hanya kemerduan, tapi juga kejantanan pria
harus aku singgahi.
-
menarilah bersamaku di atas api kehidupan!
biarlah kelembutan menuntunmu
di antara wewangian bunga sedap malam.
bidikan telah lama mengepul dari harumnya persahabatan
: buatlah indah, jangan kau telantarkan paksa!
-
rindang teriakan semestinya menjadi cambuk cinta
melalui koneksi asmara.
hinggapi saja tubuhku sementara agar aroma karat keringatku
menjelma kemenangan bernada.
-
Pasuruan, Juli 2009
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar