Minggu, 05 Juli 2009

Raungan Kucing Jantan

: Matahari

raungan itu tetap terbuka dan menghembus bersama tangisan darah.
ia membiarkan pujaan dalam basah gemilang tawa
karena jantan juga menikmati canda senyum dari delima bibir betina.
dua mata mencengkeram tanpa acuh,
membawa lembaran lamaran tiap helai bulu terdiam.
cakar takkan dapat merebut hati, begitu juga taring runcing.
endusan di malam jelita hanya bisa terekam saat rintik air mulai lirih.
kibasan ekor berikan sebuah maksud tuk menaklukkan sambil menyayang.
getaran gelombang di tubuh betina tak lagi menghibur.
jantan mulai terkulai, lemah dengan ribuan jarum tertancap tepat di limpa.
arus terus berputar, namun tak jua terlihat berguna tuk sang jantan.
-
Pasuruan, Juni 2009

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar