Sabtu, 08 Agustus 2009

Madu Tubuh

: Matahari

ingin hidungku merasakan pedas aroma madu tubuh.
gatal jemari-jemari tak sanggup kubendung tuk menangkap jasad.
perasaan kacau menggelinding dalam kerinduan.
daging-daging tubuh hanya sanggup bertumpu pada sang cahaya.
kaukah pelita itu, dinda?
-
kemeriahan jalanan bukan menjadi sang penghibur.
keriuhan manusia hanyalah antrean pendek, kan menghibur sekejap.
gemerlap lampu-lampu kota menghilang dan paras anggun membayang.
kudekap rangkaian indah dan kurasakan manis madu pada ciuman maya.
hampir kalah, namun aku kan buktikan
bahwa matahari dapat menyembunyikan malam.
-
sayang, menarilah bersama kehidupan
agar hamba dapat merindu dengan senyuman.
-
Mojokerto, Juli 2009

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar