tersadar. ternyata, kau mengimpit suasana.
pijaran parau berserakan bersama telikungan getir.
setetes nyinyir sebabkan gigil.
mengenyahkan beberapa ikrar
dan berangsur diriku mencium riuh kekalahan.
-
entah, itu gugatan ataukah makam.
anarki sedih merebak. sebuah pilarnya
mengukir prestasi, merusak konsentrasi.
posisi imitasi mulai terbentuk.
kasatmata, aku beranjak tak berdaya.
-
aku berada pada peringkat terburuk.
bakat bukan jadi senjata.
ajang kematian tersebar di kota cinta.
suksesmu adalah hancurku.
harapanku berada pada lambaian manismu.
-
alam menggelegar, mengubah rangkaian rindu di sela paru.
sayang, sudikah berdansa denganku?
-
ah, percik kasihmu tak mampu kuraih.
terlalu berharga, amat sakit bila sekadar menjamah.
-
Pasuruan, Desember 2009
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar