: Matahari
mencintaimu tak membutuhkan luncuran peluru tajam.
kau telah membuktikan indera keenammu mampu.
aku pun juga memberi kebiasaan pada malam Minggu.
-
kenanganmu ialah darah segar, mengalir bersama hentakan napas.
bagian-bagianmu sempurna, menyinari kegelapan
hingga menyingkap kekaguman luar biasa.
aku tak dapat bersantai bila senyummu terus mengawasi.
bahkan, mungkin aku mati dengan berjuta warna
saat kau mengintip dari balik dompetku
meski pertemuan itu mengungkap konfirmasi.
-
landasan kemenangan menunggu.
tank-tank bersiap menghabisi.
kau memang target spesial di dunia.
kau harus belajar tentang filosofi “waktu adalah cinta”
agar dapat menjumput terindah di antara belukar maya.
-
pengalaman kita ialah seekor cerah pagi.
perlu binaan agar jadi bianglala.
sisa-sisamu melambai, kedip matamu menoreh derita.
sayang, aku mulai membiru …
-
Surabaya, Oktober 2009
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar