: Matahari
selalu, bayangmu mantap membayang.
menggoda ketenangan pertapaan mata.
bibirmu dahsyat, menggetarkan arena jiwa pada pedalaman isi.
sinarmu mulai menawan di palung bahaya.
kian menghancurkan bianglala di mimbar nadi.
-
peluang juara sirna.
ujaran belum terdedah namun keputusan telah tersepakati.
segenap kesadaran menjadi iba pada seluruh mimpi-mimpi,
semestinya bersanding dengan jasmani.
kekuatan mulai lumpuh seiring kuyu auraku.
kebesaran semakin aus sejalan layu aromaku.
-
lembut, kemeriahan menciptakan sebuah titik kalut.
secara halus oksigen tak berobsesi melanjutkan nyawa.
radikal dan kejam.
aku bersiap menjauh, bukan ujung batang hidungmu
-
Tuhan telah murah hati memberikan cinta.
pun telah menurunkan anugerah terlampau tangguh di kuduk rapuh.
hanya bisa bersyukur di hamparan sajadah.
malam ini, kuingin membakar dirimu saja.
-
Surabaya, Oktober 2009
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar