Minggu, 08 Mei 2011

Moratorium

         : Matahari

akan menjadi beban bila dadaku tersuap cinta.
seperti ekspatriat di ujung gegana. tidak!
-
paket itu menerombol,
terbingkai oleh ketimpangan.
berat. terlarung lantaran seorang penjaja telah
membungkusnya beserta aroma.
ia hujaniku dengan permai
tanpa konspirasi.
-
saat dekat, aku tersambar. berkaca-kaca.
ah, …
-
misiku: hanya alirkan sadarku ke segala entitas.
mengolah romantis menjadi keju atau cokelat
agar biang dosa tak jadi kuman,
lahirkan didih dan iritasi di atas tilam.
-
aku memilih ikon di kanan; misteri.
sebuah spekulasi untuk hindari derita pada sekujur ulah
ketika sore sabdakan desau kepada seorang bocah.
-
Sleman, 3 April 2011

*

Sabtu, 02 April 2011

Katarsis

         : Matahari

jejak-jejak libas melanda. bercokol di dada, mesra.
seperti perigi, senantiasa pancarkan gundukan-gundukan petaka
tiap edisi.
-
seakan menimba aral,
lengket itu tak henti-henti tawarkan secuil stereotip.
tentang pasir putih berkutu,
merebut imun batinku.
-
sudah lama aku menafsir secara resmi,
namun hanya lapar dan sia-sia terbuka.
bahkan kau panik;
pintu khusyukmu kau tumpas dengan selenting siut
hingga dingin darahmu ciptakan laga.
-
menjelang lelap, secarik patron terdampar.
menggeser lelah
lalu menukar palsu, tergantung di usiaku
dengan sekedip edukasi tentang gengsi.
-
dan,
aku pun pulas dalam kawah aspirasi
-
Sleman, Maret 2011

*

Selubung Putih yang Melambai Padaku

         : Matahari

kau tampil bersama ritmis hujan.
serupa peri membetot mentari pada petang.
-
selubungmu embuskan suci, menumbuk hati.
paparkan narasi tentang sebilah wajah
menggiringku kepada senyap tanpa nama.
-
lambaian itu mendedah cinta. asmaraku tercoreng warna.
ah, indah…
bagaikan gravitasi.
gemparkan dada, getarkan jiwa.
-
kucoba merentas.
ikuti alurmu di atas pilau.
sesekali kau tawarkan ujian
dan aku kerap mati dalam perangah berkesan.
-
kau menembakku.
memblokir urat-urat napas.
erat, timbulkan patuh ciutkan jasad.
kau menerawangku.
sterilkan raga dari nista
lalu aku terapung.
terkucil tuduh tak terarah.
-
sepertinya
aku hanya roh, saat ini.
bermeditasi di atas bunga-bunga.
berdoa, agar mu-dan-ku ialah padu
hingga kita mendiang di dalam peti sayu.
-
Sleman, Maret 2011

*

Merias Malam

         : Matahari

ahai!
bulan telah garang. menumpas segenap kantuk menghunjam.
skema sajakku kuketuk, namun sepi. tiada getar.
hanya resah terkabar.
-
amboi!
bintang merayap. bawa makna untuk perawan-perjaka.
syair-syairku pun berkolusi. merias dongeng-dongeng ragu
tentang aku luruh.
-
di dasar semak aku menyimak. seraya membelalak.
bertahan. kaku. tanpa nada dan suara.
ciptakan inspirasi demi sirkulasi.
-
kau;
dara berambut cahaya. berbibir ranum. bermata bianglala.
menegurku pada kealpaan gulita. seperti panah.
bangunkan euforia.
serupa ngiang singgahi kerjap mata.
-
kau;
sahaja. pemilik senyum tipis pemamer surga.
bulat tekadmu kuanggap kilah.
sebabkan perasaian menebas harapan.
-
malam ini, sesak mengguyur. kutuk pun merebus. menginjak.
kreasikan satu sensasi. perihal cinta tak segera kulanda dari seseorang.
bernama Michie.
-
Sleman, Maret 2011

*

Melacak Ombak

         : Matahari

teriakan ombak bergerincing. mengekang cuaca,
tanpa semburatkan segan pada jantung malam,
meretas wangi dedaunan.
-
ia, tuangkan segelintir misteri
pada puncak pekan tentang sunyi dan imaji.
kuhirup. terpental ke rona jiwa,
bangkitkan anestesi,
sebabkan radang lalu seorang dayang terpampang.
-
hatiku merunduk; tersayat, hingga tersesat.
-
tak terelak.
merahnya telah merebus nyaman.
putihnya muskil kala kugenggam.
kebalku tertantang.
andalkan lungsuran peluh dalam kelenggangan.
tonggak asa terpancang.
angsurkan semilir asmara
di suatu tradisi penuh demarkasi.
tapi ternyata, derak cinta terkulum cerita
sederet kungkung pun mengimpit cahaya.
-
ada gerutu di punggung air mata.
sedang menenteng rengek demi wujudkan cakrawala.
-
Sleman, Maret 2011

*

Sabtu, 05 Maret 2011

Menuntun Perih

         : Matahari

         “andaikan malam yang sepi dapat bicara,
                 mungkin aku takkan kesepian”


lirik-lirik itu mendera bersama makna.
menukik, menuju hati butut tiada rindang.
-
kemolekan kerubuti angan, tak mampu kuelak.
manis namun memeram perih dalam semak penuh lambang.
-
babad cintaku hanya riak.
cuatkan anomali, jahili rahim mimpi.
-
asmara bergelayut. tanpa euforia, juga sentosa.
gelambir rindu pun liuki peranti raga.
umbarkan sengau hingga saput lajang jadi perkara.
-
pada interval malam bulan mengelus dahi.
jabarkan dongeng perihal tata bintang.
kusimak, lalu terdesak.
seperti abrasi, tanpa abadi.
-
malam ini aku merunduk di kandang.
masih dekutkan maklumat tentang kegandrungan.
coba mengayuh damai
di bantaran mahligai kian landai
-
Sleman, Februari 2011

*

Terowongan

         : her on valentine day

cintaku kepada Michie adalah terowongan.
penuh kuasa. bertabur kanopi petaka.
nalar terkelupas.
bahkan analogi mulai geripis dengan antusias.
-
helai malam tercium semarak di sela-sela hijau beton.
ada asmara, bercokol.
terbalut jaring emas. tengkurap dan lugas.
tapi secuil nanar mengasah lekuk lemasku.
lampiaskan pedas kala sesat meresap alamku.
-
ada pinta. tergarit kasar dan kawak di tampuk dahaga.
-
ombak tanya menerus jajaki dewi.
menempuh kepuasan demi eksistensi.
berbekal awam kuajukan entakan brilian.
coba mencegah si cantik
         agar tak amblas didongkel orang,
         agar tak nahas dibibiti setan.
-
namun, (ternyata) aku tercebur.
terjerembab ke dalam liang duka.
hilang subur lantaran stigma.
ayal pun jadi ujian melimpah.
-
Sleman, Februari 2011

*

Kisah Ubun-ubun

         : Matahari

dengarkan!
kala subuh, kunamai cinta.
percik salju di kitarku, kelabu.
terpenggal oleh tabur benalu hingga sepuh.
-
saat pagi, kusebut rindu.
di selasar, ada kompensasi.
hilir-mudik, pun berarak namun letuskan tuli.
-
ketika cerah, kujuluk asmara.
gerimis berempati saban jengkal. hambar.
nyaris munculkan agitasi sarat benci.
cih…
-
sahaya hanyalah ubun-ubun. alami dehidrasi.
terpatri, terpendam dalam lunglai tanpa saripati.
dirantai piknik kuno.
dipayungi kasak-kusuk biru.
dipukul batu berapi.
dijemur di gedung ekstradisi.
dihajar lancip piramida.
hingga
ditelan kolong merah muda.
-
panas bak revolusi: tak ramah, penuh jarah.
dan pecahkan dahan air mata.
jam tunjukkan pelik.
kedap berbelintang, bubungkan selentingan senggang.
-
rentetan lapar terendus.
seolah seringai galau di ujung gemericik halus.
secuil pesan direnggut seram.
dupa semampai raungkan episentrum malam.
(bersitegang sambil bergelimpang).
-
aku ditimang di lengan Tuhan
bagai lelaki ingusan, jelajahi pengap panjang.
-
Sleman, Februari 2011

*

Selusin Angka

         : Matahari

dua belas angka, kutampilkan.
kuulas pada Tuhan ibarat retak merangkak.
rela agar dahaga tak kandas hingga durhaka.
-
maharku berlabuh di teduh mentari bakar.
tensinya meluap, lantas bergeming dibungkam usia.
cahaya merah muda enggan ceria
digerus janur gagah, segera.
-
rindu hanyalah candu bagai sandang lincah nan lumrah.
ringan namun timbulkan tegang (pada petang).
cinta. halilintarnya setia mensketsa.
ialah tudung berkelok-kelok. oleskan getir pada tiap singgah.
bila kekar, maka madu.
jika getas, jadi abu.
-
kalap. syahdan memungut sisa-sisa sandar
sembari lisankan gentar.
ada integrasi, rancak dan lonjak ngeri.
kendati parah terbalur manja oleh disparitas belia.
-
hening ini, aku memanjat silam.
coba cari celoteh pernah tertebang.
berharap temukan sedu sedan terjaga
lalu kusulam bersama rintih di segumpal pigura
-
Pasuruan, Februari 2011

*