“andaikan malam yang sepi dapat bicara,
mungkin aku takkan kesepian”
lirik-lirik itu mendera bersama makna.
menukik, menuju hati butut tiada rindang.
-
kemolekan kerubuti angan, tak mampu kuelak.
manis namun memeram perih dalam semak penuh lambang.
-
babad cintaku hanya riak.
cuatkan anomali, jahili rahim mimpi.
-
asmara bergelayut. tanpa euforia, juga sentosa.
gelambir rindu pun liuki peranti raga.
umbarkan sengau hingga saput lajang jadi perkara.
-
pada interval malam bulan mengelus dahi.
jabarkan dongeng perihal tata bintang.
kusimak, lalu terdesak.
seperti abrasi, tanpa abadi.
-
malam ini aku merunduk di kandang.
masih dekutkan maklumat tentang kegandrungan.
coba mengayuh damai
di bantaran mahligai kian landai
-
Sleman, Februari 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar