Sabtu, 05 Maret 2011

Kisah Ubun-ubun

         : Matahari

dengarkan!
kala subuh, kunamai cinta.
percik salju di kitarku, kelabu.
terpenggal oleh tabur benalu hingga sepuh.
-
saat pagi, kusebut rindu.
di selasar, ada kompensasi.
hilir-mudik, pun berarak namun letuskan tuli.
-
ketika cerah, kujuluk asmara.
gerimis berempati saban jengkal. hambar.
nyaris munculkan agitasi sarat benci.
cih…
-
sahaya hanyalah ubun-ubun. alami dehidrasi.
terpatri, terpendam dalam lunglai tanpa saripati.
dirantai piknik kuno.
dipayungi kasak-kusuk biru.
dipukul batu berapi.
dijemur di gedung ekstradisi.
dihajar lancip piramida.
hingga
ditelan kolong merah muda.
-
panas bak revolusi: tak ramah, penuh jarah.
dan pecahkan dahan air mata.
jam tunjukkan pelik.
kedap berbelintang, bubungkan selentingan senggang.
-
rentetan lapar terendus.
seolah seringai galau di ujung gemericik halus.
secuil pesan direnggut seram.
dupa semampai raungkan episentrum malam.
(bersitegang sambil bergelimpang).
-
aku ditimang di lengan Tuhan
bagai lelaki ingusan, jelajahi pengap panjang.
-
Sleman, Februari 2011

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar