Rabu, 01 April 2020

Pantang Pulang sebelum Tumbang

secara logika, surya berdiri di balik kemban subuh.
jadi rasul samawi untuk drama Ramayana dan Mahabharata
di bumi dan langit
ketika pori-pori peraduan merendah.
tapi, nyatanya tidak.
.
netizen mengendalikan lalu lintas hayat mereka
via buku digital. badan dan paras ditebar dan acap
dijejali potongan geguritan imut.
daging-daging licin diudar beserta pamornya.
perhiasan dan kartu administrasi kadang nongol
cerah merona.
.
generasi ye dan zet ini sadar bahwa dunia
sedang mengarungi jaman now.
segala perihal diri menuntut diorama.
meniru ataupun membonceng pakem merupakan terowongan resmi
supaya berdaya. bila menolak, embrio ketenaran
takkan pernah terparkir di benteng kerajaan.
.
peran mesti merebak, menanjak, muluk, dan menang.
pejuang status perlu menderita, cari muka, bahkan sekarat
agar terlihat bagai serdadu/kompeni berseragam di medan prasetia.
menyelami gurun karier serta menyerap air adrenalin di alkausar
ialah ikhtiar. batu-batu karang bakal dirajut
menjadi tugu andalan.
.
peluang bangun bak senyawa dari kesetaraan sudi.
itulah titik balik krusial di mana denyut eksis kalian
bersaing dengan petaka.
stres karena melarat atau kerasukan jin sebab menegang,
pasti menemani peserta.
sebatang kara, tetaplah menimba afiliasi sampai modal
benar-benar tumbang tanpa determinasi.
.
Surabaya-Pasuruan, Maret 2020

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar