Rabu, 07 Juni 2017

Menjaring Bulan di Ranjang Pengantin

malam ini tempik sorak terlepas.
mega-mega zaman terlena di birunya pohon-pohon spiritual.
-
di suatu bidang alang-alang ada satu rumah beton.
gelanggang emas tersebut menampung sepasang manten.
-
gender mereka bagian dari akar rumput.
bertautan dalam serikat dan tak canggung melansir simpati.
-
badan bengkok lelakinya ialah aku sedangkan
molek awak wanitanya ialah milikku.
aku tumpah di atas ranjang, namun istriku masih pandangi
kertas-kertas kering berisi enigma-enigma belang.
-
di sarkofagus supernatural ini kuingin menciduk alkamar
ketika kami melaku persepsi.
kulit saling bertukar pandang,
bongkar-pasang gerakan klasik di pusat peraduan.
-
kontur silsilah hendak kami kabulkan.
hierarki cicit dan eyang setidaknya dibetulkan
sebelum ditengok nisan.
-
bila nanti biniku terbaring dan tampak puitis ‘tuk dijinak,
maka binar-binar tempurku akan bangkit.
saraf-saraf berkah menyasar harkat.
-
dua boneka pasti kan berpindah-pindah dan
terpantul-pantul ke kanan dan kiri.
semua pendekatan kan menyatu dan jadi spektrum
di akhir geger mini.
-
kini aku menanti secara girang dan rendah.
berharap ia sambut takhayulku dengan sebait gairah.
-
Pasuruan, Mei 2017

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar