Minggu, 06 Februari 2011

Menaksir Sakura

         : Matahari

  sungguh, bukan mudah

seperti iman,
mengasah penat dalam gemerlap rimba.
gunung teremban layaknya kantuk terlarat.
-
leher mulai terbenam. lantang.
lima mata angin tak lagi cantik.
(hanya) sisakan hangus pada titik nol.
keluarkan gurat asap keguguran.
nyeri. pun kian usang dan lamban.
-
aku terbersit.
jera menyusup,
genangi sehat dengan tera lesu-kelu.
turut pula sejumput rute merah muda; tunjukkan palsu.
dan merpati pun berkoar tentang bangkai jadi arang.
-
di balik panggung aku bergulung-gulung.
  daif.
menyongsong sayu berkicau angkuh.
-
Sleman, Januari 2011

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar