yah …,
debarku mengucur kembali.
leleh. lewati istana di pucuk uzlah, hanya.
-
tak kunyana, kumenyaruk lantai berhijau taman.
musik selimuti malam. beberapa tambur bersinden merdu.
pada pancar, terbentang sayap.
… aku pun menyuruk.
-
di ambang duga, aku melihat kau.
kau, kau, kau, dan dia.
saling mengisap cinta di lahan pesta.
-
tegapku lungsur.
seuntai onak mengoceh deras.
takjub pada kebekuan hampa.
matahariku jadi tumbal seorang Arjuna.
-
ah,
darat tak lagi dangkal.
lahirkan senjang dan jenuh di atas ratusan pinggan.
-
aku pulang.
dalam gerai jiwa cuma muram menyalang.
-
tumbangku tertiup dingin hawa.
dan segarku tertetes gelap tanya.
-
Sleman, Januari 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar