aku memungut sisa-sisa tabiatku. acapkali teraneksasi
tatkala hati berkoar untuk mencintai.
-
aku melimpahkan rentetan sayang untuk memikat
demi menjadi kandidat.
-
jiwa mulai tergores,
terjangkit sebuah kegundahan
dan berkerumun di antara kesengsaraan.
-
kau nampak eksotis di tanjakan lamunanku.
menyerap tenaga hingga nyaris timbulkan anomali tak terduga.
aku bertempur dengan rindu
lalu terpuruk dan penat
ketika kau bangkit tanpa menengokku.
-
pilar-pilarku labil.
tunduk di pusat kepulan semangat.
akhirnya, nyawaku berdebar.
tiba-tiba, asaku kian lenyap tak berkabar.
-
(mungkin) aku takkan pulih.
gelagat itu lugas terasa kala reputasiku terdongkrak
menuju kegelisahan dini, menyinggung sukma.
bianglalaku beranjak kucel.
cahaya imanku turut terberedel.
-
Pasuruan, Maret 2010
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar