setetes kesempatan menemui tanpa ajudan.
guratan senyum di paras tak lagi bermetamorfosis
menjadi sebuah harapan.
kumenanti sebuah kepelikan kesadaran hati seorang dara
ketika kusentuh dengan kecup.
seakan sirna, sebuah belenggu cinta
dalam keindahan dan kekilauan bentuk tubuh dan iman.
-
ajari aku untuk mendapatkan cantik jiwa,
pun jasadmu wahai jelita!
-
telah lama aku berdoa, telah lama aku beristiqomah,
namun masa depan terlalu suram menghalang.
syukur kan kusematkan bila bersedia mempertemukan
meski gangguan itu kuanggap sebagai nyanyian terakhir.
-
hamba tak sanggup untuk berlama-lama.
sahaya ingin merdeka.
-
Pasuruan, September 2009
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar