rindu kian menganga seiring detik.
manis benih cinta mulai tercicipi
kala perjanjian tersepakati pada Senin malam.
hati berdebar menunggu perjumpaan bersejarah.
kacau terus menggelontori angan, bahkan aku
harus menyediakan teks-teks maya ---
kan kugunakan saat kita bercanda.
tak ada penyesalan namun juga siap ‘tuk sebuah jawaban.
ingin diriku mengajak lebih jauh;
untuk ibadah, pun bercengkerama.
-
bayangan-bayangan rekayasa tampil silih berganti.
sepenuhnya memutar cantik dan indah
dalam nuansa keakraban.
meski hanya khayali tapi aku
kan menghelanya sebagai penyambung nyawa.
di kamar ini aku hanya menanti esok hari
saat rasa nikmat kan kau semai ke raga ini.
-
Pasuruan, September 2009
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar