Senin, 01 Juni 2020

Jugun Ianfu


ingar bingar heroisme menggunung,
memanjang seiring auman garda bangsa.
ruam-ruam pipih mengakar.
.
di celah-celah balai di suatu mandala,
berjubel primadona manis.
para tamu tua-muda putar otak
untuk mencapai kehendak.
rekayasa sosial.
.
mulut dilucut dan langkah dihadang.
lalu laga pasangan belang tertulis
sebagai skandal rahasia.
agama dibakar di pojok-pojok komplotan.
.
tinta dituang di buku catatan di kayangan.
terukir amal kotor seorang bandit
tanpa bisa menjernihkan coretan pada seorang kawula
di loteng atmanya.
.
Pasuruan, Mei 2020

*

Selasa, 05 Mei 2020

Calon Pengantin


liturgi fetisisme kepada puspa pusaka kaupetik dari mitologi kawakan.
almanak dan astrologi di dalamnya menayangkan seabrek siluet.
terminal-terminal subtil meminta sopannya niat.
ulurkan fokus dan tepa salira di laut dan udara.
.
selaku mahasiswa madrasah, sejatinya dirimu memanjat pelajaran.
pretelilah buntalan-buntalan keimanan
di antara semak belukar perpustakaan.
tahlil dan dalil merpati di tenda-tenda kuliah jauh lebih baik
dibanding komat-kamit babi saat mengenang renyahnya susu suargaloka.
.
opera dijabar, gelombang energi warnai tanah-tanah hitam.
sudah waktunya anda menyeruak dan berkibar.
bersemayamlah di kapel Borobudur sampai konstruksi rahim muslimmu
menampilkan ringkik dan kokok ibu Bali.
apa perlu menyalakan musik biru demi menebus lolong sepi?
.
sakratulmaut turut berseliweran. menggurat rida maupun tanpa.
menghias iradat dengan pose-pose cabul.
juga mendadak mampu meradang dan mengejutkan tuan.
jam tak pernah mengingatkan basahnya makam.
dia hanya diutus untuk merambah awan-awan.
.
Pasuruan, April 2020


*

Rabu, 01 April 2020

Pantang Pulang sebelum Tumbang

secara logika, surya berdiri di balik kemban subuh.
jadi rasul samawi untuk drama Ramayana dan Mahabharata
di bumi dan langit
ketika pori-pori peraduan merendah.
tapi, nyatanya tidak.
.
netizen mengendalikan lalu lintas hayat mereka
via buku digital. badan dan paras ditebar dan acap
dijejali potongan geguritan imut.
daging-daging licin diudar beserta pamornya.
perhiasan dan kartu administrasi kadang nongol
cerah merona.
.
generasi ye dan zet ini sadar bahwa dunia
sedang mengarungi jaman now.
segala perihal diri menuntut diorama.
meniru ataupun membonceng pakem merupakan terowongan resmi
supaya berdaya. bila menolak, embrio ketenaran
takkan pernah terparkir di benteng kerajaan.
.
peran mesti merebak, menanjak, muluk, dan menang.
pejuang status perlu menderita, cari muka, bahkan sekarat
agar terlihat bagai serdadu/kompeni berseragam di medan prasetia.
menyelami gurun karier serta menyerap air adrenalin di alkausar
ialah ikhtiar. batu-batu karang bakal dirajut
menjadi tugu andalan.
.
peluang bangun bak senyawa dari kesetaraan sudi.
itulah titik balik krusial di mana denyut eksis kalian
bersaing dengan petaka.
stres karena melarat atau kerasukan jin sebab menegang,
pasti menemani peserta.
sebatang kara, tetaplah menimba afiliasi sampai modal
benar-benar tumbang tanpa determinasi.
.
Surabaya-Pasuruan, Maret 2020

*

Jumat, 09 Agustus 2019

Penembak Cahaya

bulan sabit berbinar. energinya menombak malam.
duduk di kamar, tatapanku mendaki lereng tujuan.
.
di kebun sayur-buah rimbun, dulu
model kulturku hanya menunggu dan diam.
cita rasa mendamba paras Minangkabau
tanpa pernah menggamit. sosok pramugari mendekat
ke penganut Jawa, tapi benak dan logat tak mereguk acara.
.
seberkas igauan menginjak anak tangga biru muda.
bait-bait motoriknya menghibur bagai balerina.
sesekali terpancar sore di keningnya, terangi pohon kakuku.
sekilas ia anggun lalu menggonggong. 
.
ia maki mimbar bakuku karena salah menjalar.
rutinitas sadarku juga remeh mengitar.
ia menebas riasan di rongga-rongga guram.
memendam bakatku ke puri multidimensi.
.
ia menasihati bahwa juara pernah tunakarya.
jiwa besar mampu meraih sekarung anggapan.
ia mendorongku agar membalik nol.
tiada daging dan susu bila beternak boneka.

         tiba-tiba ia berjarak, berpencar, beredar, menghilang...

bak gembel tak lengah, kubedah strategi tunggal
dengan trik Yunani. muka kupajang di ketinggian,
pantat kuturunkan ke kubangan pagi.
.
lintasan bening dan parameter harian kusedia.
canting penebal muslihat kupetik langsung dari teras cendekia.
.
empat putaran barzanji kulepas di hitam-putihnya agenda.
keranda kematian melebur, terganti gerobak mandiri.
sang noni memeriksa kabinku dalam-dalam.
ikatan batin kita memilin, jurnal hidayah kita menukil.
.
rahmat menusuk atma. strata-strata hayati saling bertegur sapa.
petak-petak keramat kami terendam di palung wangi.
si salmon dan si putri malu bergandengan tangan,
dalami kulminasi lewat refrein perapian.
.
Surabaya, Juli 2019

*

Selasa, 09 Juli 2019

Kenikmatan Sesaat

saat kanak, kosakata pergerakan samar menggapai langkah.
titik-titik tunggal berbenah.
kain-kain kosong dipanjati tembang dan adegan.
mengukur kepingan.
.
sarung dan peci hitam hampir selalu menggandeng nyawa.
perilaku suarakan derit dan denting dewata.
pasukan langit terang-benderang penuhi pura-pura merah,
nyanyikan teks-teks purba di kuncup-kuncup gulita.
.
lalu nasib melempar polan ke suatu kerumunan
di atas karpet di satu kota. mula-mula lidah masih berzikir
dan meletakkan pangkal respirasi di pintu semesta.
lambat laun gundik-gundik peradaban memeras persembahan.
induk semang dibunuh mesin kapitalisme.
.
sajadah berubah jadi embung busuk.
menara-menara bertingkat terbenam ke lubang-lubang api.
panji-panji positif hijrah ke madu semu.
pindah ke pesulap absurd atau taat kepada pendeta feodal.
menyambut reputasi melalui tender-tender sakti.
.
manekin-manekin cacat banjiri lidah.
jala para babi menekan kuping. pening.
masing-masing pedoman serong ke dapur musibah.
galeri setan menggetah sempurna.
sehari-hari pikun menjuntai.
.
ialah tamu murahan. mengayun sejenak namun dalam.
perca-perca bahagia tersuling ke wajah kriminal.
merangkai pola pikir abu-abu, menyusu pada bambu cekak.
dikekang pajak.
.
helai-helai upaya tertahan di pundak senja.
serat-serat kerendahan hati tercabik-cabik di pelana lamunan.
menemukan tujuan dan memandu perilaku.
buku dan bukti hanyalah distorsi sebab Tuhan senantiasa
membuka perbincangan bagi musafir miskin nan kelimpungan.
.
Surabaya, Mei-Juni 2019

*

Jumat, 03 Mei 2019

Pengantin Remaja

Mas, bab-bab duet kita
akan ditampung dalam novel kencana.
persilangan bakat menempuh keluarga. tapi,
lanskap luhurku tentang deretan sederhana kemarin
masih membayang. jadi, kau perlu tahu
kaliber peduliku supaya pretensimu tidak buta.
.
Mas, aku belum paham aturan main,
pun simpang-simpang primermu.
aku sebatas calon istri tak merdeka,
patuh pada hasil tarot orang tua.
sebelumnya, kukenal ayam jantan lain.
jati diri dan masa depannya terang-benderang.
simulasi rumah dan mainan kita tergambar,
disusun dan dihitung dengan lirih dan mapan.
namun mereka mencabut siaran
lantaran jumlah usuk hidup kami terlalu bertolak belakang.
.
Mas, akulah bakal abdi halalmu.
beringin dan zaitun kan terbuka untuk kauserap restunya.
hajat dan niat orang tua pastilah lebih putih
daripada selera dan etika kita berdua. maka,
izinkan aku membereskan alam di luar galaksi
agar riwayat kita semata-mata jatuh dan tertambat di kebun merpati.
.
Surabaya, April 2019

*

Rabu, 10 April 2019

Mengunci Ingatan

entah setan dari lapis mana pulihkan daya.
oceh tidak, komentar tidak. ujug-ujug jatuh di selat mata.
.
benteng-benteng sistem terbabat. benang-benang kompetensi terlumat.
mereka pojokkan adat individu ke tangsi kerontang.
.
sebetulnya aku sudah mempan menangkap lupa,
menganggap keping fiktif ialah gagasan kering semata.
nyatanya, badai megah.
.
kerut mimik, pantat, wangi, tato, anting, dan mahar patuhnya
menindih mimbar malam hingga subuh.
kusangka berita acara itu lunas di atas tikar, ternyata
matra-matra terjalnya masih berdenyut sebagian.
.
televisi di otakku menyala, dedahkan rupa telanjang
perihal warna-warni di mana garis-garis jiwa terbaring,
terdampar miring. sebuah tur identitas tayang,
memutar suara baku dan visual sendu.
.
kucoba saja menipu karya sang seniman,
menggugat sesi-sesi lugas bak hama korosif agar
tak tegak mendendang jeram. namun, jengkal-jengkal bencana
telanjur merundung sekotak soja.
menggiring malu ke depan laguna ingatan.
.
ingin sekali kuserahkan aura legit ini
ke satu gudang di alas bumi tergersang.
membungkusnya dengan peti sederhana dan pasir emas.
bila sekadar hanyut, kembali ia kan bisa jelajahi kembara
ke tajuk-tajuk dirgantara. mereduksi laga atau malah menubuhi
pilar-pilar lelakiku secara radikal.
.
Surabaya, Maret 2019

*

Jumat, 10 Agustus 2018

Bunga Malam

dialog antara fajar dan ajal pecah
tatkala malaikat puritan tiba di darat.
kenapa tamu imajiner tersebut bersandar ke lempeng tropis ini?
lantaran celeng dan kera setempat dalami tema hangat.
-
dia tak cuma daging legit antarbenua, namun
titik-titik melodinya telah menembus planet-planet pertama.
serbuk kosakatanya, jeda teguhnya, dan rinai atraksinya setia
menjangkau urat-urat teritorial.
sonar-sonar puitis pun berdering.
-
ia tinggal di batin tersantun dan dihindar
dari gonjang-ganjing para satwa dan sihir-sihir manusiawi.
mendiang khalifahnya ialah antitesis amarah
dan sekarang dia berguru kepada etika.
seri demi seri, parsial per parsial.
kelas kondangnya menebal, air kasihnya susuri ambang-ambang basi.
-
warta menafsirnya sebagai bunga malam.
terkubur tunggal di bawah raut-raut konyol
dan senyum-senyum awam.
-
dikabarkan Kamis esok ada figur
akan menyembah dan melanda si idola.
ketar-ketir gerilyawan bertanya-tanya,
dirundung judul runyam tanpa terduga.
gaungnya tumpah jadi kritik dan konspirasi.
argumen dan misa kini nyaring membela adu dan gegabah.
liur-liur pancarindu membelah portal kompetisi.
roda-roda kecurangan dan permusuhan panjati pulau-pulau benderang.
itulah mengapa sang gembala alam baka menetes di lantai becek
sebab ia takut sesama umat saling latah meramu mudarat.
-
Pasuruan, Juli 2018

*

Selasa, 08 Mei 2018

Posisi Mesra

         --- tak ada gadis yang tak retak ---

soal malu, laki-laki kadang mematok seadanya. taraf sujud dan puasa mereka acap terbelah atau bahkan bubar lantaran bom-bom godaan pesat tertuang. |
saat dewi-dewi manis menyingsing, wangsa periang ini meledak-ledak dan berlompatan. memilih dan memuja salah satu jubah di antara kubus-kubus biasa. titik-titik bibit mengangkat tunas. cikal bakal musik sendu pengumbar relasi liberal. |
subjek-subjek kuning menagih darah saban menempuh perang dan laga. tema dan kalimat dingin ditetapkan ‘tuk menyalur premis dan fatwa. bila lengah, putaran energi akan tegang. delusi mulai butakan rujukan. |
tidur jemaat takluk, berganti pikir lemah. satu kabilah bisa tenggelam. membumi di sungai busuk dan ranah sampah tak bertuan. |
-
Pasuruan, Maret-April 2018

*