Kamis, 08 Mei 2014

Menginvestasikan Hati pada Tubuh Surga

koloni di belakang pertahanan sudah jadi arang.
toksin telah terhunus dan tandas dari nada-nada. maka,
musik pun kembali bangkitkan animasi
meski rantai penghormatan
sesekali tersangkut pada perca-perca kontrak.
-
terjun ke dalam perbincangan kembali adalah krusial
dan tarik-ulur tanpa disertai acuh dan becus ialah mati.
memang solusi, tapi
mesti mampu mengatasi semesta keberisikan
dengan mandiri. sebab
aset di rol kekerasan bukan untuk diperinci
menggunakan kengerian.
-
materi baru akan selalu dituntun secara edukatif
sebagai pembuka.
ditabrakkan dan digebrakkan ke arah keengganan
kendati ujung gincu belum utuh diselamkan
di ujung busana. tentu saja tiada anulir
karena limbah abad lalu
harus diinsaf-entaskan agar tak lagi menjadi adendum
di perkumpulan depan.
-
unjuk rasa di tiap sukma merupakan niscaya.
seorang tukang konservasi pun
amat sukar mengamankan seluruh ekspresi elastis di sana.
bahkan pendekar sejati
hanya sanggup menjemput momongan melelahkan tersebut
menuju musabab
lantas menimpuk sarinya ke sumber atensi
demi representasi perburuan.
-
Pasuruan, April 2014

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar