mungkin, tak ‘kan pernah ada sinar ataupun aura
untuk sekadar bertegun mengenai sebuah resepsi.
kita untai dalam naung panggang
di atas bara gairah membentang.
-
mungkin, kau pun tak ‘kan pernah mengerti
bahwa ujian sesal padaku meregang.
melimpah dari satu dunia lusuh
lantas mengalir ke bait-bait aksi dan mimpi.
bergerak seiring getar landai sang kelana
hingga tiada lagi cerita.
juga sejuk senyum para boneka.
-
mungkin, kau juga tak ‘kan pernah tahu
tentang pekik lemah dan garis kegentaran.
belum sempat kuserut ‘tuk kujadikan simbol-simbol ampun.
berharap bisa segera kutuai, lalu kutembakkan padamu
sebagai mata air sekaligus saksi bisu.
lambaikan permohonan mungil
perihal ketaksanggupan diri
saat mencoba luluri cuping hatimu dengan cinta.
-
mungkin, dirimu ‘tak kan pernah menduga
jika gurat maaf tengah kukelola
adalah alienasi berat dan menganga.
-
Sleman, November 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar