prahara, aku cicip takkan pernah terurai.
ini tentang karma.
-
koleksi corak pahit adalah arsip.
sehampar ladang tangis tanpa warna-warni ikan
kupikul sendiri bersama ufuk menjelang busuk.
-
ingin berlabuh di lehermu.
membuka pintu perisai, lalu mentato lubuk ratumu
dengan kental tekad, percikkan api
agar kau tak lagi tuli.
-
untukmu, cintaku adalah keramat. murni
tak terlalai oleh zaman
dan
gelegak niskala ini mengharapmu, sungguh.
merebutmu dari lapis-lapis seringai para pria
supaya kau bisa menabung rindu
demiku.
-
ternyata,
saujana mata memandang, konsensus kita ialah tiada. wafat
seiring estimasi sungsang
akibat singsingan sihir Tuhan
oleh restu bapak-ibumu.
-
Sleman, April 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar