…, “abu merah muda ialah kuburku”.
-
di gua penantian samarmu melanglang.
lentingkan kecipak senyum penyulut rindu
pada sabtu.
-
jemu tergelepar. tajuk warna kian lapuk, dihuni lengang dan hitam.
pendar tersita.
pukau terlarung lalu terendam dalam cawan asmara.
terlunta,
segan menepuk arah.
-
daun-daun cinta jilati hati.
pantang kadang tersaji.
oh, langit... dengan inikah kau mengunyahku?
-
kekang teguh merengkah.
dipeluk oleh tanya belantara
di tepi tancapan ajal
pada darah.
tak tercabut.
panas.
paparkan kremasi di tentang prosesi.
-
hmm…
aku mulai lugu.
coba menggembala hablur dengan telunjuk
agar biru.
-
Sleman, Desember 2010
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar