Sabtu, 04 Desember 2010

Kaktus Merah Muda

         : Matahari

renyai rindu, dendangkan seribu embusan bintang.
siang silam. terjumput malam ketika sirene tangisku mendadak.
bercak-bercak raung terpelanting. tergilas.
lalu gempa menetas; letuskan guntur, tertawa puas.
ha ha…
-
nyala amuk menguruk.
menahbiskan imbau di antara batu dan telaga.
pertunangan-Mu dengan sebuah denyut ialah ceria.
tempeli dinding-dinding sigapku
         hingga gerah.
-
lantas, ciut itu menggosok-gosokkan keringat pada pijar.
(acap) subur terseok-seok lalu terbentur bau.
         gelimpangan
         bagai abu, tercopot dari telapak lahan.
-
kusaput saja rawanku
agar berkelejat kemudian tumbang karena buru.
-
Pasuruan, November 2010

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar