Minggu, 05 September 2010

Remah Hati

         : Matahari

tiba-tiba, engkau melantik kemelut absolut.
            (segelintir pangkal tertenteng. seperti sebuah harmoni
menyantap dengan sengat).
-
harkat beringsut, menjadi gersang-jadi pantangan.
ada orasi di kehausan.
semburkan kesima dari leding rindu terbelenggu.
merajalela. memasung aspirasi ungu di antara gegar hasrat.
-
padamu, tergolek seekor gundah. berkoar.
terlelap di rimbun kelepak.
di hadapmu, logika terbengkalai.
percik-percik performa tak mereda.
(ada semutasi) bugar ke begah, jenaka ke petaka.
-
malam lesapkan lidah, dini lamurkan netra.
aku, mulai terpupus dari semestamu.
coba menggurat riset untuk referensi.
aku, menilik.
selidiki isu demi menghardik akad nikahmu.
-
Pasuruan, Agustus 2010

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar