: Matahari
tiba-tiba, engkau melantik kemelut absolut.
(segelintir
pangkal tertenteng.
seperti sebuah harmoni
menyantap dengan sengat).
-
harkat beringsut, menjadi gersang-jadi pantangan.
ada orasi di kehausan.
semburkan kesima dari leding rindu terbelenggu.
merajalela. memasung aspirasi ungu di
antara gegar hasrat.
-
padamu, tergolek
seekor gundah. berkoar.
terlelap
di rimbun kelepak.
di hadapmu, logika
terbengkalai.
percik-percik performa tak mereda.
(ada semutasi) bugar ke begah, jenaka ke petaka.
-
malam lesapkan lidah, dini lamurkan netra.
aku, mulai terpupus dari semestamu.
coba menggurat riset untuk referensi.
aku, menilik.
selidiki isu demi menghardik akad nikahmu.
-
Pasuruan, Agustus 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar