Jumat, 05 Maret 2010

Doa Seorang Pasien

         : Matahari

tiba-tiba, sorotmu mengapit.
menindih hingga ke ubin kendati diri tinggal sepenggal mati.
-
di benak, acapkali ada salut untukmu.
melanggengkan kasih identik.
menganut ancang-ancang sayang
ketika bintang saling menautkan binar.
lumrah namun janggal. kutawarkan cinta, justru
kau anggap terlalu glamor untuk kau cerna.
-
keresahan datang dari satu penjuru.
mengalirkan pulusi, pun kebisingan.
merosot di sela-sela instruksi berironi.
opsi-opsi bujuk membentang saat aku
mulai luruh, kikuk, dan kaku terbujur di keheningan temaram.
tapi, aku takkan tamak karena tahu bahwa adinda
hanyalah hawa. masih meliliti diri
dengan keriangan tak bertepi.
-
biarkan aku mengeksploitasi, bahkan menggerogoti kata.
menggaduhkan dunia dengan frasa dan klausa dekil terbilas makna.
sungguh, segalanya bukan gumaman lusuh.
goresan-goresan cermat akan selalu bertandang di ujung Minggumu.
jangan muak bila kau anggap itu sebagai rombeng menggelitik.
ataupun segumpal bayi haram siap pendam.
-
kuhanya ingin membeli cinta.
sudikah kau menjualnya?
-
Kediri, Februari 2010

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar