tak ada kepopuleran terencana.
segalanya jebol tatkala refleks untuk terus mencintaimu
menerus memunculkan hasrat, mengeruk rindu.
bolehlah jika kau sebut profesi berjenjang
dan akan memerkarakan kerunyaman.
tapi, aku masih menderai rutinitas di temaram malam.
-
kendati telah tervonis, takkan kubiarkan indah jasadmu
luput dan meliar bersama lain.
itu tak setimpal dengan pengorbanan labilku.
ini bukan masalah trauma namun setangkai cara
untuk melabuhkan hatimu di dekapku.
menggiringmu agar dapat memaknai celotehku.
-
tolong, jangan jelmakan sayangku padamu
sebagai perkakas usang.
-
Pasuruan, Januari 2010
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar