: Matahari
aku berdiri pada seonggok melati kering.
esok tak ada lagi mata cerah, pun nur berwarna.
detak jantung meminjam hidup dari kelegaan,
menatap wajah putih berhias senyum menggoda.
mencegah kacau bukanlah prioritas karena
mutiara hati juga membohongi jisim.
-
helai rambut menutupi sebagian merah
buatku ingin tuk membelainya terus,
menerus hingga aku merasakan nikmat api cinta.
tak bernilai saat sang cantik hanya tersenyum di balik dompet.
tanda bahaya meraung dengan sempurna di pangkuan dada.
satu usiran dapat melumpuhkanku
dalam keheningan siang-malam.
pesan mimpi-mimpi makin membuat tersudut menjauh darimu.
gerimis biru mengucur; meratapi rindu.
-
Pasuruan, Agustus 2009
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar