kiprah teater kerdil kita t’lah tempuh semangat.
sihir menguji diskusi-diskusi dan sempat terdengar gemuruh.
kita pun pernah mati suri dan jadi zombi darat.
merangkak di permukaan gamang sembari rayakan padam.
-
tapi, riuh daramu dan panjang bujangku bersetia.
dua jantung gentayangan seiring narasi orkestra.
pentas baru kita jernih.
berkaki putih dan selalu menyebut simbol-simbol opini.
-
tempat dan batas kita pun terukur.
teguh merangkum gerakan artistik dan terangi jembatan-simpang.
adakala sifat-sifat malaikat tidak sowan ke lapak berdua.
tiga puluh tuas regulasi berhenti mengular.
kadang mapan, kadang miring, kadang tumbang.
kita bisa menjerit dan muntah.
tetapi oksigen tetap bersembulan dari pohon-pohon timur.
maka kita mampu menjaring tempias-tempiasnya
hanya dengan tirai kembar.
-
sesi-sesi album kecil kita melangkah.
kelak kan lewati relief-relief perak atau
tembus saka-saka bineka. sesekali denting-denting asusila
mungkin menggandeng galaksi dan sebabkan serak.
namun, asas tak pernah sirna.
kita susun saja pensil serupa lalu padati lagi
kertas-kertas asingnya sampai moksa.
-
Pasuruan, Januari 2018
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar