Sabtu, 11 Juni 2016

Ribuan Ciuman dalam Melodi

kau mamalia. lapar aplaus dan menyalur jasa.
belukar semut selalu butuh alam dramatismu
saat kau jangkarkan tabik di celah subuh,
saat kau klimakskan indah di tiap krida.
-
tombol-tombol petisi kerap terbenam.
hakim-hakim rakus memanggangmu gamblang.
dengan dana, kehormatanmu dibedah.
membentur gugus-gugus kelam
dan membias di akbarnya regulasi.
-
aku bukan anak jenderal.
hanya arek piatu, dilupakan rumah.
aku bukan anak raja.
hanya bandit kencur tak dekat agama.
namun bila kau menari, jiwa heroikku mendesir.
-
informasi dan rumpi di kanan-kiri terlalu zalim terlafal.
mentah dan ilegal. tiada kearifan, tersisa pembiaran.
aku tidak yakin kau terlindung kencang
dalam demografi konkret di sana di mana titah
senantiasa lemahkan peran dan panduan.
-
kalender demi kalender lengser.
cakrawala tampak dan tenggelam beraturan.
namun, kau masih mengumbar madu
bersama orkes glamor itu.
ingin sekali diri ini jadi koboi bermisai dan bertopi.
menaikkanmu ke temperatur nasib lebih terpelihara.
jauh dari aroma dan kultur kafir dewan-dewan neraka.
-
Pasuruan, Mei 2016

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar