Kamis, 03 Oktober 2013

Perayaan Cinta

sebenarnya, memorabilia turnamen cinta lalu
masih tergantung pada beberapa dengkur.
selalu berdamping dengan tingkrangan kreasi
saat kucipta proyeksi-proyeksi baru.
-
entah, tiba-tiba organisme seperti ini
muncul begitu saja bagai portal. mencegat,
laksana ingin bertengkar secara terbuka.
ketaatan ibadah di atas ketabahan ini pun semburat.
berlayar ke sana ke sini
kendati perban belum tergugah sempurna.
-
ada ingin untuk melepas kekang
dan kembali bertarung ke dalam sasana bak kesatria.
coba mencuci segenap buntu
supaya tak lagi latah dan berani menangkap konsekuensi.
namun ingatan mengenai pusara-nisan itu
senantiasa bergelantungan di titik-titik gigih.
menggugatku ‘tuk menekuk pintu rapat-rapat.
-
aku tahu bahwa amplitudo penolakan ini bukan manipulasi.
itu adalah pesan di mana aku harus tentukan parameter
di antara kepatuhan dan egoisme.
belajar membina artefak tanda-tanda
dan perlahan-lahan memamah catatan idealis agar lebih adaptif
‘tuk temukan satu warsa istimewa
berdasar kabulan birokrasi doa-doa.
-
ini semacam arisan tanpa figuran.
aku cuma butuh menganut undi,
menunggu para kepiting dan ikan-ikan selesai
bermain teka teki.
-
Sleman, September 2013

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar