Sabtu, 09 Oktober 2010

Secercah Matahari di Puncak Lelap

         : Matahari

ada diriku.
sedang menitikkan darah di kerutan sungai baka.
ekspresi isyaratkan tagih
mengukir secuil luang hingga peran terpejam.
-
diriku ada.
menyeleksi kebisuan rindu lontarkan kelam
di ujung sirna kuterapkan lantang kendati parah membelit sengit.
namun curiga menguak frustasi,
hati tertegur oleh kelir fasih.
-
ada dirimu.
sedang memangku mahkota raja.
(sebuah artefak sarat darah dan air mata)
tak kunjung tertancap, menanti pagutan ulung semerbak.
-
dirimu ada.
terdesak, terusik oleh mufakat sesepuh sembari menunggu trenyuh.
mungkin pula
kau bawa argumen garang lalu melalapku tanpa berkenan.
-
ku & mu.
patut melawat cinta.
mengusung kasih di rindang kultur,
menyekap sayang lantas cetuskan arah.
atau bergegas mematuk mahar di horizon akad nikah.
-
Pasuruan, September 2010

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar